Setiap mata
pelajaran memiliki ciri khas yang membedakan dengan mata pelajaran lain.
Demikian pula dengan mata pelajaran Sejarah. Bila kita berbicara tentang sejarah maka paling tidak ada 3 hal yang selalu berkaitan dengan sejarah yaitu manusia
sebagai pelaku (subjek) , ruang (spatial)
dan waktu.(temporal).
Manusia adalah mahluk pribadi dan mahluk sosial, baik sebagai individu maupun sebagai
kelompok individu (masyarakat) merupakan tokoh pelaku dari terjadinya suatu
peristiwa. Manusia dalam peristiwa sejarah menjadi sentral, ibarat drama
sebagai pemegang peran utama. Oleh karena itu manusia sangat menentukan di
dalam suatu peristiwa sejarah. Sejarah tanpa manusia adalah khayal, bahkan
sejarawan Moh Ali mengatakan manusia tanpa sejarah, dia bukan
manusia lagi, tetapi sejenis mahluk biasa seperti hewan. Hal ini mau menegaskan
bahwa sejarah selalu melekat pada diri manusia, sejarah dan manusia tidak bisa
dipisahkan, tanpa manusia maka sejarah tidak akan terjadi.
Ruang (dimensi spatial) dalam berbagai
cakupannya misalnya: jalan, rumah, sekolah, kelurahan, kecamatan,kabupaten
,provinsi, nasional, dan internasional merupakan tempat terjadinya berbagai
peristiwa,baik peristiwa alam maupun peristiwa sosial. Semua peristiwa pasti
terjadi dalam suatu ruang,
Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia waktu
adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau
berlangsung.
Dalam hal
ini skala waktu merupakan interval /jarak antara dua buah keadaan/kejadian,
atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Skala waktu diukur
dengan satuan detik, menit, jam, hari,
bulan,tahun, windu, dasawarsa, abad, millennium dan seterusnya. Manusia tidak
dapat dilepaskan dari waktu karena perjalanan hidup manusia sama dengan
perjalanan waktu itu sendiri. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai
sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dahulu,
ssekarang, dan yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar