Selasa, 14 Agustus 2018


Setiap mata pelajaran memiliki ciri khas yang membedakan dengan mata pelajaran lain. Demikian pula dengan mata pelajaran Sejarah. Bila kita berbicara  tentang sejarah maka paling tidak  ada 3 hal yang  selalu berkaitan dengan sejarah yaitu manusia sebagai pelaku (subjek) ,  ruang (spatial) dan waktu.(temporal).
      Manusia  adalah mahluk pribadi dan mahluk  sosial, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok individu (masyarakat) merupakan tokoh pelaku dari terjadinya suatu peristiwa. Manusia dalam peristiwa sejarah menjadi sentral, ibarat drama sebagai pemegang peran utama. Oleh karena itu manusia sangat menentukan di dalam suatu peristiwa sejarah. Sejarah tanpa manusia adalah khayal, bahkan sejarawan Moh Ali mengatakan manusia tanpa sejarah, dia bukan manusia lagi, tetapi sejenis mahluk biasa seperti hewan. Hal ini mau menegaskan bahwa sejarah selalu melekat pada diri manusia, sejarah dan manusia tidak bisa dipisahkan, tanpa manusia maka sejarah tidak akan terjadi.
      Ruang (dimensi spatial) dalam berbagai cakupannya misalnya: jalan, rumah, sekolah, kelurahan, kecamatan,kabupaten ,provinsi, nasional, dan internasional merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa,baik peristiwa alam maupun peristiwa sosial. Semua peristiwa pasti terjadi dalam suatu ruang,
      Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung.
Dalam hal ini skala waktu merupakan interval /jarak antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Skala waktu diukur dengan satuan detik, menit, jam, hari, bulan,tahun, windu, dasawarsa, abad, millennium dan seterusnya. Manusia tidak dapat dilepaskan dari waktu karena perjalanan hidup manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dahulu, ssekarang, dan yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar